Kembali

Paisu Tumundo preview 1
Wisata AlamBudayaSpiritual

Paisu Tumundo

Desa Lukpanenteng, Kab. Banggai Kepulauan

Paisu Tumundo merupakan salah satu paisu yang hingga kini masih dipercaya memiliki nilai kesakralan tinggi di kalangan masyarakat Desa Lukpanenteng. Keunikan utama paisu ini terletak pada kualitas airnya yang sangat jernih dan memiliki tingkat ketawaran nyaris nol, sehingga sangat layak untuk dikonsumsi, baik untuk minum maupun memasak. Namun, masyarakat percaya bahwa air dari Paisu Tumundo tidak dapat dibawa keluar dari tempatnya. Beberapa upaya untuk mengalirkan airnya melalui pipa telah dilakukan, namun selalu gagal terhitung sebanyak dua kali berturut-turut pipa yang digunakan patah secara misterius. Hal ini diyakini sebagai tanda bahwa Paisu Tumundo masih dijaga keasliannya oleh kekuatan gaib atau leluhur yang menjaga tempat tersebut.Secara geografis, Paisu Tumundo terletak di tengah hutan dan dikelilingi oleh pepohonan lebat. Meskipun berada di bawah naungan banyak pohon, air paisu ini dahulu kala hingga sekarang selalu tampak bersih dari daun yang jatuh ke permukaannya. Fenomena ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa tempat ini bukan sekadar sumber air biasa, melainkan ruang yang dijaga secara spiritual. Salah satu kepercayaan yang berkembang adalah bahwa jika keturunan raja atau orang yang “disenangi” memasuki kawasan Paisu Tumundo, maka akan turun hujan sebagai bentuk penyambutan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa hujan hanya terjadi di sekitar wilayah paisu, sementara narasi lain menyatakan bahwa hujan turun melebar hingga ke wilayah Desa Lukpanenteng. Meskipun ada sebagian masyarakat yang meragukan cerita-cerita tersebut, tidak sedikit pula yang mengaku telah mengalaminya sendiri. Pengalaman-pengalaman spiritual yang dialami secara langsung membuat masyarakat memilih untuk menghormati dan menjaga kesakralan Paisu Tumundo. Kesakralan ini juga diyakini berasal dari fungsi historis paisu tumundo sebagai tempat pemandian raja, yang kemudian melahirkan nama “Tumundo” dalam bahasa Banggai yang berarti raja. Salah satu cerita yang sangat terkenal berkaitan dengan Paisu Tumundo adalah pengalaman spiritual seorang pria asal Jawa. Ia bermimpi tentang sebuah danau suci yang harus ia datangi di Banggai Kepulauan. Mengikuti petunjuk mimpinya, ia melakukan perjalanan ke Banggai dan bertanya kepada penduduk lokal yang mengarahkannya ke Paisu Tumundo. Setibanya di sana, hujan turun sebagai penyambutan. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa pria tersebut merupakan salah satu keturunan raja Banggai. Dalam mimpinya, ia diperintahkan untuk bersemedi di atas batu besar di tengah Paisu Tumundo. Saat melakukan semedi, ia mendongakkan kepala dan melihat seekor ular besar dengan mahkota di kepalanya—sosok simbolik kerajaan—yang kemudian berbicara dalam bahasa Jawa. Kejadian ini memperkuat kisah lisan masyarakat bahwa kerajaan Banggai memiliki dua keturunan utama: seorang putri yang menetap di Banggai dan seorang putra yang berlayar bersama sang ayah ke Batavia (Jakarta saat ini).

🌀 Nilai Budaya:

Tempat pemandian raja dan simbol kesucian air

🎫 Tiket Masuk

Gratis

🗺️ Lokasi di Peta